Langsung ke konten utama

Budaya Menabung Untung


Anda nasabah Bank? Menabung/punya deposito di Bank? Coba diingat2 bagaimana sih Bank mempromosikan produk tabungannya kepada Anda? biasanya ada 3 keuntungan yang ditawarkan bank yaitu:

1. Uang Anda aman
2. Uang Anda bertambah (bunga/bagi hasil)
3. Ada hadiahnya (Mobil, uang, Umroh, dll dll)

Apa yg salah dengan ke-tiga poin di atas? Ada yg aneh? Rasanya sih tidak ada. Tapi, coba perhatikan poin 2 (poin 1 dan 3 tidak saya bahas).

"Uang Anda bertambah", entah itu alasannya ialah yaitu bunga/bagi hasil. Benarkah? Benar. Terus apa yang salah? Nahh,..Pernahkan pihak Bank (CS-nya misalkan) memberitahu Anda ibarat ini : "Pak/Bu, uang Anda jikalau ditabung di sini akan bertambah alasannya ialah yaitu bunga/bagi hasil, tapi maaf, NILAI UANG-nya sendiri berkurang alasannya ialah yaitu INFLASI".

Pernah kah ilmu wacana INFLASI diajarkan kepada masyarakat umum/awam yang hendak menabung di Bank? Inflasi merupakan racun turunan dari uang kertas. Tentu saja Bank tidak akan mau memberitahukan informasi tersebut kepada masyarakat. Kalau masyarakat awam tahu, protes lah mereka

Coba kita tengok konsep tabungan bank yang ada di kita sekarang ini dan kita jawab sendiri pertanyaan pertanyaan ini. Ketika kita menyetor uang di bank…katakanlah 1 juta rupiah untuk kita simpan sebagai dana cadangan selama 5 tahun, kemudian kita tanyakan kepada diri kita sendiri :
- masih utuhkah uang kita yang 1 juta dikala kita mengambilnya 5 tahun lagi ?
- apakah uang yang 1 juta itu bertambah selama 5 tahun?
- apakah nilai uang yang 1 juta itu masih akan sama dengan nilai uang 1 juta dikala ini ?

Jika anda menjawab TIDAK kepada 3 pertanyaan yang anda lemparkan ke diri sendiri..lalu kenapa kita masih MAU menyimpan uang kita di bank yang notabene justru membuat uang yang kita simpan semakin tak bernilai alasannya ialah yaitu nilainya terus berkurang alasannya ialah yaitu biaya biaya yang timbul untuk pemeliharaan rekening, potongan, denda dan dampak inflasi yang ada ?

Menabung ternyata buntung?..

Percayakah dengan pernyataan di atas. Hmm pasti banyak yang percaya dan banyak yang tidak percaya.. Baiklah kita coba jabarkan satu persatu ya.

Sejak kecil kita diajarkan menabung alasannya ialah yaitu uang kita akan berbunga dan menerima untung, bahkan Presiden Soeharto dulu menggalakkan Tabanas dan Tapelpram bagi pelajar dan pramuka. Tujuannya ya itu tadi, untuk membeli sesuatu di masa yang akan datang. Tapi benarkah menabung mampu membuat si penabung untung dan mampu membeli barang yang ia idam-idamkan di masa yang akan datang? Jawabannya sama sekali tidak. Malah tabungan kita di Bank mampu hilang lho. Percaya? percaya saja lah. Saya akan perjelas hal ini satu persatu di bawah.

Uang Bisa Hilang Kalau Ditabung

Menabung dengan cara tradisional, dengan menitipkan sejumlah uang ke bank ternyata terbukti mengandung banyak kerugian. Sistem dan aturan main tabungan bank mampu menggerogoti nilai dari tabungan kita.

Setelah krisis moneter 1998, bank-bank negeri ini menggeser penghasilan utamanya dari bunga kredit ke fee based income hal ini berarti bank memaksimalkan pendapatannya dari pengelolaan rekening nasabah serta jasa transfer yang mampu dikutip langsung dari nasabah. Pada saldo tertentu, tabungan kita di bank tidak menghasilkan apa-apa. Bagi kesannya NOL

Saat ini pada banyak bank, jikalau saldo di bawah 1 juta maka bunganya nol. Artinya jikalau kita menyimpan Rp500.000 di bank kemudian kita diamkan, maka 4 tahun ke depan uang kita akan menjadi NOL. Kenapa? Timbul pertanyaan. Karena tiap bulan kita dikenakan biaya administrasi Rp10.000/bulan dan tidak ada bunga. Belum lagi jikalau menghitung inflasi. Misal kita menabung dalam bentuk deposito dengan maks bunga 8% sedangkan inflasi rata-rata tahunan sudah mencapai 10% mampu dihitung kan untung atau buntung? Jadi sudah tidak tepat lagi kalau dikatakan menabung di bank menguntungkan.

Sumber https://3i-networksupdate.blogspot.com/

Postingan populer dari blog ini

Marketing Revolution Tung Desem Waringin

Marketing Revolution Tung Desem Waringin Marketing Revolution ini ialah ilmu untuk menunjukkan penawaran kepada pelanggan sehingga terjadi penjualan yang berkesinambungan secara cepat dan besar Menurut Tung Desem Waringin PENJUALAN yang berhasil ialah antara penjual dan pembeli sama-sama menerima keuntungan. Jika hanya penjual yang untung maka pembeli akan kapok untuk membeli. Begitu juga sebaliknya. Apa perbedaan nya dengan marketing klasik? Dalam marketing klasik terdapat aturan tidak tertulis dalam melakukan penawaran. Seperti Tata Krama dan urutan – urutan tertentu. Aturan ini menjadi patokan bagi marketer kebanyakan. Sedangkan dalam marketing revolution , tidak ada aturan yang mengikat. Tidak ada tata krama. Semua bebas yang terpenting ialah penawaran tersebut berhasil. Karena itu diperlukan Open Minded bagi marketer untuk mampu menggunakan aneka macam keadaan dan aturan yang ada secara fleksibel. Dalam bukunya tersebut yang berjudul marketing Revolution Tung Desem W...

Hal Yang Perlu Diperhatikan Dalam Presentasi

Beberapa hal yang perlu Anda perhatikan dalam presentasi adalah 1. Kemampuan berbicara dan bahasa tubuh Beberapa pembicara-pembicara mahir mengatakan kunci dan trik-trik menyajikan presentasi melalui skill kemampuan berbicara yang memikat dan hidangan bahasa tubuh yang menarik perhatian. Cara berbicara merupakan hal yang akan pertama menjadi sorotan audiens dikala memperhatikan Anda melaksanakan sebuah presentasi, kemudian dilanjutkan bagaimana gaya bahasa tubuh Anda yang menyesuaikan dengan bahasa lisan. Sebagai referensi perhatikan lah gaya bicara dan bahasa tubuh yang ditampilkan oleh sosok Mario Teguh, sebuah gaya khas yang cukup memikat perhatian audiens. Anda pun perlu membentuk abjad khas menarik dalam diri Anda dikala menyajikan sebuah presentasi khususnya dalam bahasa verbal dan bahasa tubuh. 2. Kecakapan menguasai audiens Inilah pekerjaan utama seorang pembicara yang sering mengalami kegagalan dalam prakteknya. Tak cukup hanya dengan kemampuan berbicara dan gaya bahasa tubuh ...

Bop 3I-Networks Depok

BOP 3i-Networks DEPOK Tempat: Restoran Delapan Duabelas Jl. Raya Margonda 20 m dari Lampu Merah Juanda Jl. Margonda Raya No.301A, Kemiri Muka, Kecamatan Beji, Kota Depok, Jawa Barat 16423, Indonesia SETIAP HARI JUMAT Acara jam 19.00 sd 22.00 Daftar 3i-Networks GRATIS Website Klik Disini untuk Melihat Tampilan Websitenya Sumber https://3i-networkskalteng.blogspot.com